Awas gunung lokon

Warga Anggap Biasa Letusan Lokon

Kompas.com - 12/07/2011, 11:27 WIB

TOMOHON, KOMPAS.com — Kendati Gunung Lokon berstatus Awas, warga di Kelurahan Kinilow I yang berada di kawasan kaki gunung masih beraktivitas seperti biasa. Mereka tak khawatir kendati muntahan abu vulkanik terus terlihat dari Kawah Tompaluan hingga Selasa (12/7/2011) sekitar pukul 08.30 Wita.

"Saya sudah pernah melihat kondisi Lokon, jadi mengetahui persis bahaya yang ditimbulkan. Saat letusan mengeluarkan api saja waktu lalu belum mengungsi, kini masih tetap menunggu perkembangan," ujar Henny Lalawi, warga Kinilow Lingkungan I.

Wilayah tersebut masuk dalam kawasan yang ditetapkan untuk dievakuasi karena masuk jangkauan bahaya letusan Kawah Tompaluan Lokon, seperti awan panas dan lontaran batu pijar. Jarak ke kawah berkisar 2 kilometer saja.

Henny mengaku sudah terbiasa dengan geliat yang ditunjukkan Lokon lewat muntahan abu vulkanik yang terjadi setiap hari. "Saya tidak gugup karena sudah terbiasa," katanya.

Yultje Tumampas, warga lainnya yang sempat mengungsi ke kerabat dekatnya, memilih kembali ke rumah karena melihat kondisi tak membahayakan. Apalagi, belum ada instruksi untuk segera mengungsi. "Hanya informasi akan mengungsi, tetapi belum ada instruksi langsung," tukasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau